Rabu, 10 Juni 2015



  Data Pribadi
Nama                      : Ubu Ubaeduloh
TTL             : Garut, 10 April 1994
Jenis Kelamin           : Laki-laki
Kewarganegaraan    : Indonesia
Agama                     : Islam
Status                      : Lajang
Alamat                     : Kampung Naringgul
Rt.05 Rw.03 Desa Sirnajaya
Kecamatan Cisurupan Garut
Telp/HP/Pin : 081222973903
Email                       : ubu.powel@gmail.com



 

  Data Pendidikan
*      2001 – 2007                : SDN Sirnajaya I Garut                        ( Berijazah )
*      2007 – 2010                : SMPN 1 Cisurupan                            ( Berijazah )
*      2010 – 2013                : SMAN 19 Garut                                ( Berijazah )
*      2013 – Sekarang          : S-1 Fakultas Ilmu Komunikasi
  Public Relations



 Pengalaman Organisasi
*      Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kabupaten Garut 2012-2017
*      BEM FIKOM UNIGA






Senin, 17 Maret 2014

sejarah garut



Sejarah Garut tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Limbangan.Kabupaten Limbangan adalah Kabupaten lama yang ibukotanya dipindahkan ke Garut kini karena seringkali terjadi bencana alam berupa banjir yang melanda daerah ibukota. Selain itu, kurang berkembangnya pusat pemerintahan karena jauh dari sungai yang menjadi sarana transportasi dan irigasi areal pesawahan dan perkebunan. Bupati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia survei lokasi untuk ibukota kabupaten yang baru. Pilihan akhirnya jatuh di tempat yang dikelilingi gunung dan memiliki mata air yang mengalir ke Ci Manuk. Tempat tersebut berjarak ± 17 km dari pusat kota lama. Saat menemukan mata air, seorang panitia kakarut (bahasa sunda : tergores) belukar. Orang Belanda yang ikut survei tak dapat menirukan kata tadi, dan menyebutnya gagarut. Pada awalnya, nama kabupaten yang ibukotanya telah dipindahkan tidak akan diubah, masih Kabupaten Limbangan. Namun, atas saran sesepuh hendaknya nama kabupaten diganti dengan nama baru sehingga tidak menimbulkan bencana dan malapetaka dikemudian hari seperti yang sering menimpa kabupaten Limbangan. Dari kejadian kakarut tersebut, yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan gagarut, muncullah nama kebupaten baru, Garut. Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.

Senin, 10 Maret 2014


Sejarah Domba Garut
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLlr-MbFTOXIoLpSczHq_ipzgKU8CkI-wUj2QcFTkoBDCCQvvymPsyRWo2vA1o_oTJSYKCXcMm3_GESAH-IirDgAXKKEPW8RA2tInLsgF7xQ3_k7r8JIMIv4QM7nfmUKrzy5c6rMWIx53j/s320/domba-garut-6.jpg
Domba Garut sesuai namanya berasal dari
Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan, kemudian berkembang dan kini menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh Indonesia umumnya. Bentuk umum Domba Garut, tubuhnya relatif besar dan berbentuk persegi panjang, bulunya panjang dan kasar, tanduk domba jantan besar dan kuat serta kekar (ini merupakan modal utama dalam
seni ketangkasan domba).

Keistimewaan dengan tanduk yang besar melingkar ke belakang dan bervariasi, badan padat, agresivitasnya tinggi sehingga memilki temperamen yang dindah dan unik. Ciri khas Domba Garut yaitu pangkal ekornya kelihatan agak lebar dengan ujung runcing dan pendek, dahi sedikit
lebar, kepala pendek dan profil sedikit cembung, mata kecil, tanduk besar dan melingkar ke belakang. Sedangkan betina tidak bertanduk, telinga bervariasi dari yang pendek (ngadaun hiris) sampai yang panjang dan memiliki warna bulu yang beraneka ragam. Domba Garut banyak dijumpai memiliki daun telinga rumpung, sedangkan yang memiliki daun telinga panjang dikenal dengan domba “BONGKOR”
Untuk mendapat Domba Garut yang baik harus dimulai dari betina yang kualitasnya sangat bagus, pejantan dari
keturunan Domba Garut memiliki performa yang baik pula. Para tokoh domba memelihara Domba Garut memiliki karakter yang berbeda dalam merawatnya mulai dari anakan sampai dewasa (siap tanding). Anak Domba Garut yang dipilih untuk dijadikan domba tangkas harus diberikan latihan beradu dan berlaga di lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan memiliki unsure seni di lapangan, sehingga tidak indah dipandang ketika berlaga, yaitu mengenai langkah mundur dan langkah maju atu dengan kata lin “Tembragan” atau tubrukannya tidak baik.

Sampai sekarang Domba Garut tetap memiliki unsure seni yang digemari dan merupakn ternak kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Domba Garut sebagai domba kesayangan, setiap hari minggu selalu diadakan kontes atu pemidangan di setiap daerah di Jawa Barat, khususnya di
Kabupaten Garut, event ketangkasan Domba Garut digelar dalam hari besar nasional, hari ulang tahun seperti hari jadi Garut, HUT TNI, HUT Kemerdekaan RI.

Kekeluargaan para penggemar Domba Garut khususnya di Jawa Barat diikat dengan organisasi profesi, yaitu HPDKI, sehingga setiap kali digelar mereka dengan mudah untuk melaukan pertemuan di lapangan atu tempat pemidangan yang khusus dibuat sebagai event Kontes
Ternak Domba Garut berlaga.
You might also like: